Pages

Saturday, July 20, 2013

Our magic words to each other

Holaaaa.... Berapa bulan vakum dari blog ini, ga terasa sudah hampir 5 bulan. Saya mau review tapi sedikit punya waktu luang selain sibuk kerja ditambah sok sibuk jadi istri, hihihi. Jadi begini, saya mau banget review tentang vendor yang saya pakai kemarin, so far semua berjalan baik meskipun selalu ada kekurangan di acara tapi ter cover dengan yang lain. Begitu banyak rencana yang dibuat lengkap dengan solusi di setiap kemungkinan.

Kadang kamu akan menemukan kekecewaan disana, pasti ada. Entah itu dari beberapa orang, entah dari beberapa vendor, atau pun dari rencana yang kita buat sendiri. Tapi disitu kita banyak belajar dimana harus ikhlas, dimana semua rencana menjadi tidak penting lagi karena beberapa hal lain.

Bagaimana kita bisa nge sync pikiran kita sama pasangan untuk satu tujuan baik *macam parpol itu* ini aja udah bisa jadi masalah kalau pitch controlnya dinaikin sedikit. Ibaratnya kita jadi induk macan di tubuh seekor kucing, gampang disulut emosinya.

Yang harus diingat, menikah bukan hanya melibatkan 2 orang, tapi 'menikahkan' 2 keluarga besar, yang setiap orang punya pendapatnya masing-masing. Yang bikin ngerasa capeee banget dan memilih untuk banyak merahasiakan beberapa rencana kita untuk menghindari banyaknya opini yang masuk, karena menurut kita sangat gampang dan mudah kalau mereka bukan lah orang yang lebih tua atau dituakan ada rasa segan kalau kita nolak pendapatnya. Tapi ternyata di hari H nya banyak hal kelewat untuk panitia2 ataupun keluarga besar, karena di hari H kita mati gaya salam2an sepanjang waktu, ga kepikiran yang namanya ngasi list ke MC atau buat ngegiring tamu VIP, request khusus buat catering dll. Jadi alangkah baiknya mengurus pernikahan jangan hanya berdua saat kita mendatangi vendor ini itu, bisa ditambah beberapa orang lagi untuk saling mengingatkan.

Yang ketiga masalah budget. Rata2 di setiap wedding selalu ada over budget dari yang kita itung2. Kalau di saya membengkaknya sekitar 40-50%. Sekecil apapun ya "dream wedding" kamu itu selalu ada cost disitu. Ga usah muluk2 lah kaya seragam, maunya keliatan rapi senada bagus oke. Keluarnya ga sedikit, si ini belum, si itu juga harus. Saya mau banyak yang Do-It-Yourself pun pada kenyataannya ga sedikit budget yang dikeluarin. Kelebihannya DIY itu puas lahir batin soalnya kita sendiri yang ngerjain, tapi ya itu karena ini first project pasti banyak yang dikeluarin percuma, kecuali kalo kita punya EO sendiri ya, hehehe

Dibalik semuanya, ada kebahagiaan tersendiri. Biasanya kita akan bener2 tau mana yang bener2 care sama kita, yang mau bener2 bantuin kita yang mungkin selama ini ga pernah kepikiran sama kita. Itu udah cukup membahagiakan n bikin semangat muncul lagi.

Tuh kan proses sebelum nikah ini emang menyenangkan, bikin kita kuat satu sama lain.

Ada kata-kata favorit kita disaat kita berdua lemah, ngerasa cape, kecewa dan sederet kata2 melemahkan lainnya. Selalu semangat denger kata simple ini, selalu mengingatkan ini semua hanya ujian bukan halangan sebelum sampai akhirnya benar-benar hidup bersama. *ehem*

And the magic words is.....


"Stay Strong" 

as simple as like that :)



-Rainy sunday, Jakarta-