Pages

Friday, February 13, 2015

Baby Food Recipes: Red Bean Pudding

Solusi menghadapi baby yang sedang GTM alias gerakan tutup mulut kadaaaaang (sangat) menyita waktu semua ibu. Yes, gimana ga pusing kalo si baby ga mau makan semuanya yang disediain sang ibu cobaaaa? Apalagi biasanya habis sakit keterusan deh susah makannya, dan ternyata ditambah si baby sudah trauma dengan sendok gara2 mimik obatnya dipakein sendok. Huhuhuhuhuhu...



Bahan:

1  Bungkus agar-agar
1  Sendok teh  K-liquid Organic Spirulina
600cc Air putih matang
5 butir Palm date fruit
100 gr Red Bean

Cara membuat:

1. Cuci dan rebus red bean sampai empuk dan grinder halus
2. Grinder palm date sampai halus
2. Masukkan agar-agar dan air lalu masak hingga mendidih
3. Hasil red bean, palm date fruit, dan spirulina dituang ke dalam panci, diaduk
4. Tuang ke dalam cetakan, setelah dingin masukkan ke dalam kulkas
5. Sajikan dingin


Agar-agar ini berguna banget saat-saat bayi sedang tumbuh gigi, susah makan dan maunya sesuatu yang digigit. Selain sehat, saya menambahkan Spirulina *Ini bukan promosi ya ibuk ibuuk* agar menambah nafsu makan dan menguatkan daya tahan tubuhnya yang sedang sibuuuuuuk di fase ini. Dan spirulina ini rasanya manis + kurma menambah manis alami biar tambah hap hap maemnyaa...








Tuesday, November 18, 2014

Review Munchkin Food Grinder

Pertama liaat Munchkin Food Grinder, wuiiihhh ini lucuuu banget warnanyaaaaa...!

Mau mauuuu beliii katanya ini memudahkan loh buat nyiapin MPASI, padahal sih emaknya yang gatel ngeliat baby tools yang lucu2, hahahaa Tapi apa iya siik? Ternyata setelah dicobaaa...

Kabocha ini...

Akan jadi kaya gini

Puree Kabocha

Potato

Purple potato
Yayyyy dan ini beneran mudah banget penggunaannya, ga perlu blender, lebih cepet, lebih hemat, lebih praktis bersihinnya. Bisa dicopot2 semua bagiannya jugaaaa, aaaakkk i'm in loooveee with this gadget, hahahaha ga nyesel beli ini. Bahkan pernah saya mau buru2 pergi family gathering kantor (karena suami saya sekantor, buru2 harus dateng lebih cepet dari yang lain) ini kudu pagi2 banget dateng sambil pegang anak, karena pake ini jadilah saya menghancurkan makanan di mobil sambil mangku baby, wohooooo... praktiiiisss!

Munchkin Food Grinder ini udah lama jadi diliat-liat di Lazada n Bilna, paas banget lg discount jadi 150an, awalnya 190an, lumayan lah ya jiwa ibu ibu kalo ada discount seneng beneer.

So, what's your favourite 'gadget' for your baby? Let me know ya, biar ada haaalesaaan buat belanja blenji lagi hahaha *disentil suwamiik*






Semangat MPASI!



Halo semuanyaaa... dari sekian banyak metode MPASI akhirnya saya memutuskan berpedoman pada mas Wied Harry Apriadji (pake 'mas' biar keliatan akrab). Milih-milih metode MPASI ini udah kaya milih presiden kudu ditelusuri rekam jejaknya. Sejauh ini saya belajar tentang metode MPASI adalah yang pertama itu....










1. WHO 
Metode ini, dari 6mo baby sudah dikenalkan dengan semua jenis makanan, kecuali gula dan garam. Sebenarnya WHO lebih ke pemberian makanan sedini mungkin baik itu karbo maupun protein. Tujuannya sih untuk menghindari kekurangan zat besi pada bayi ASI. BIasanya pengenalan awal diberikan serealia karena lebih high calorie.


2. BLW (Baby Led Weaning)


Biasanya, bayi ASI cocok dengan metode ini, karena bayi dipersiapkan untuk disapih sejak dini. Bayi ASI sudah terbiasa dengan berhenti setelah kenyang, nah dengan BLW anak pun dilatih agar dapat mengatur sendiri kapan saatnya dia lapar dan kapan harus berhenti makan ketika kenyang yang biasanya di sajikan dengan finger food. No puree.

Bayi bisa makan bersama orang tuanya, ga harus bikin puree, ga butuh blender, grinder, chopper. Lebih simple, anak pun lebih mandiri, mana makanan yang dia suka, mengenal rasa asli makanan dan tekstur. Baby Alo pun saya coba dengan metode ini, dan dia penasaran banget sama makanan di depannya, tapi saya ga sepenuhnya menggunakan metode ini, khawatir tersedak dan beberapa hal yang jadi pertimbangan. Akhirnya saya sesekali coba BLW daripada Baby Alo makan biskuit, saya kasi dia finger food, skalian belajar motorik dan main-main dengan hal baru. Referensinya bisa diliat disini.


3. FC (Food Combining)


Di food combing ini awal MPASI bayi diperkenalkan dengan buah-buahan sampai 6-7 bulan. Lalu selanjutnya diberi karbo, sayur, dan protein nabati. Untuk protein hewani diberikan saat masuk ke bulan 8.
Naahh saya ikut dari saran Wied Harry kalau mengenalkan awal MPASI buah itu baik karena buah mengandung karbo sederhana (gula buah) yang bisa langsung diserap tubuh.Bayi pun diperkenalkan dengan makanan secara bertahap.


Oya,  untuk awal MPASI baiknya bayi diberikan menu yang sama selama 3 hari. Untuk tes alergi, kalo ternyata gpp berarti luluus dan selanjutnya boleh deh dikasi menu itu lagi. Kalau saya coba combine diantara 3 metode itu, tadinya saya lebih prefer ke BLW, tapi setelah banyak cari info ternyata kedokteran pun jarang yang menyarankan BLW. Jadi saya mengambil maanfaat baik2nya saja dari ke 3 metode ini.

Utamanya sih lebih ke FC karena menurut saya mungkin ini yang terbaik untuk tubuh bayi saya. Saya juga sering mengajarkan BLW agar dia lebih terampil, mengenal baik tekstur makanan. Semuanya sih tergantung dari bayi nya sendiri, ibunya yang bisa menilai bayi ini cocoknya dengan metode apa. Mungkin dilihat dari keterampilannya, berat badan atau yang lainnya. Menurut sayaaa awal MPASI saya ini pentiiiiiing banget, secara saya sudah sedikit gagal di ASIX *hiksssss..* di tahap MPASI ini saya mau memberikan yang terbaik untuk sang baby :)


Yang jelas No Instant Food For Baby, yang alami-alami lebih baik, Allah sudah menyediakan semua yang terbaik untuk kita, makanan alami pun mudah ada dimana-mana, jadi kayanya makanan instant untuk bayi itu ga perlu banget, kecuali dalam keadaan yang kefefet, daripada bayinya ga makan kaan hihihi


Hellooo...

Ini apa sih bun?

No no i don't use it

Pake tangan lebih asiiik, hihihihi

Alhamdulillah sekarang sudah masuk ke bulan 8, dan sang baby belum kena instant food sama sekali, meskipun di awal2 kmrn saya dan suami jadi sering telat ngantor, repot nyiapin ini itu buat makanannya. Maklum nubie *haaalessaaannn*


Atau bisa lah di tengok referensi dari dr Tiwi Insya Allah berguna, Happy MPASI para bunchaaan......

Sunday, September 21, 2014

Can you hear me, Papa?

10 pm - August 26th, 2011

Seperti baru kemarin, semua lewat di depan saya. Saat saya mendampingi papa di ambulance, saat seorang ayah yang membesarkan sampai saya bisa seperti ini, disaat-saat perih hidup saya, merasakan tatapan kosong ke dalam kubur papa.
Saat itu, masih dengan seragam kantor, sang dokter dengan berat hati dan suara lirih bilang, "saya turut berduka cita". Ahhh entah siapa waktu itu yang bisa saya tetap tegar menerima kenyataan itu. Tapi dari semua perpisahan kita, membawa perubahan banyak ke diri saya. Ya, disaat kepergiannya pun masih saja papa memberi arti hidup. Papa, seorang jiwa yang saya kenal, selalu terbayang apa yang papa rasakan disana. Apakah doa saya bisa menolong papa? Apakah semua rasa rindu yang saya ceritakan padaMu, bisakah papa tau?

Rindu, rindu, rindu. Jadi begini rasanya ga punya papa.
Ini pertama kalinya saya sadar kalau kematian itu sungguh dekat, sangat dekat. Mungkin hanya raganya yang pergi, yang terkubur dibawah sana, tapi jiwanya terus ada melanjutkan perjalanan. Papa telah pergi, melangkah pergi... Selamat jalan, papa.



Jika seolah-olah hanya ada satu hari untuk bersamanya, hari terakhir bersama nya..

  

Wednesday, August 27, 2014

Happy 5 months old my lil' baby!


My sweet, my precious baby is 5 months old....  



"I can swiiiim Mommyy !"


His first swimming. He looks so happy :)





enceess




 
i am happy boy :)

Kalau dulu sebelum habis masa cuti kantor saya punya lebih dr 1000 new photos Baby Alo, miring sedikit jepret. Senyum sedikit, klik. Mangap sedikit, klik. Sekarang meskipun hanya sedikit frekuensi bertemunya tapi tetep berusaha mengabadikan setiap milestone. Dan agak memaksakan setiap bulannya jepret pagi-pagi sebelum berangkat kantor. And i love it!

 Keep healthy and be a sholeh kid baby Alo, aammiiin..

Sunday, May 25, 2014

ASI atau Sufor?

Seperti yang dikutip dari earthmamaangelbaby.com"Pregnancy is a wonderful time to prepare for breastfeeding"


Ada yang bilang hamil butuh perjuangan, melahirkan pun penuh perjuangan, lalu masalahnya adalah para ibu baru (atau cuma saya aja sih) yang fokus ke hamil dan melahirkan, melupakan kalau menyusui itu pun butuh beribu-ribu perjuangan diatas semuanya. Gini loh saya cuma fokus kudu kasi ASIX 6 bulan, stock berpuluh puluh botol ASIP, kudu beli kulkas yang khusus buat asi dan kembali bekerja dengan tenang meninggalkan bayi dengan stock asi yang melimpah. Saya udah yakin banget kalo ASI akan keluar pada setiap ibu.

Tapi kenyataannya adalah, puting saya retak, lecet, berdarah-darah, bayi saya badannya mulai anget, rewel, alhasil saya semakin stress, makin ga nafsu makan, asi makin ga keluar, arrghhh... rasanya dunia mau runtuh, apa gunanya semua teori dan apa gunanya saya sebagai ibu untuk anak saya? Baby blues pun datang melengkapi awal hari-hari saya bersama bayi.

Hari pertama saya ga langsung IMD, detik-detik habis melahirkan udah ga kuat lagi pegang bayi. Saya baru bisa belajar menyusui 8 jam setelah melahirkan. Di hari kedua ASI belum banyak dan semoga saja colostrum ikut diminum bayi saya, disini mulai tanda-tanda perih. Di hari ketiga saya pulang dari RS semuanya terasa baik-baik aja, tapiiii rasanya semakin "Waw" sakit dan bayi seperti tidak puas menyusui. Lagi lagi saya pakai teori, "oke, asi saya akan banyak seiring saya sering menyusui".

Dan sampai hari ke 4 saya masih keukeuh ga mau pakai sufor. Titik. Tapi yang terjadi bayi semakin panas temperaturnya, dan rewel. Akhirnya sama mama di beri air putih, badannya berangsur angsur normal. Saya lega? Belum. Beberapa jam lagi badannya panas dan puting saya semakin memburuk. Berdarah-darah dan horor sekalii.. bayi saya seperti vampire dengan darah di mulutnya. Sakitnya pun udah ga bisa saya tahan, sang bayi juga 2 jam menyusu ga ada tanda-tanda kenyang. Sedangkan setiap detik terasa teriris-iris. Mental langsung nge drop. Speechless.
Air mata bercucuran, baby blues menyerang saya dan suami. Dan sufor pun datang di kehidupan kami. God...


Mulailah saya sharing sama ibu ibu seperjuangan, dan saran mereka untuk puting berdarah:

Cara pertama: Di olesi asi sebelum dan setelah menyusu. Dan masalahnya, ASI ga ada apa yang mau dioles? Hiks..

Carakedua: Diolesi minyak kelapa. Nah ini menurut saya berguna banget. Ternyata asi saya tersumbat dan puting kering. Akhirnya dibersihkan dengan minyak kelapa bertahap dan sering. Dan bener..kulitnya ngelupas aja gitu.. Masalahnya saya ga pernah tau harus dibersihkan kaya apa sampai asi benar-benar bisa keluar, selama ini saya hanya kasi baby oil aja. Dan pakai minyak kelapa pun mengurangi perih. Seminggu saya bolos asi, jealous tapinyaaa ngeliat Baby Alo bonding time sama dot. Akhirnya perlahan-lahan semakin sembuh dan menyusui terasa menyenangkan, meskipun tetap dibantu sufor..

Next challenge: bagaimana membuat asi saya deras.

Minum Moloco, sudah.
Minum Lactamam, sudah.
Minum habbatus sauda, sudah.
Minum jamu, sudah.
Pijat Asi, sudah. Hasilnya muncrat2 asinya tapi di pumping keluarnya masih belum seperti yang diharapkan..
Makan katuk, setiap hari.
Minum jus pare, udah dan rasanya.. *tepok tepok jidat*





Usaha yang terakhir, mendatangi klinik laktasi. Konsul tentang kendala menyusui dan masalah yang terakhir menyusui saya itu setiap habis menyusui, payudara terasa sakit nyeri beberapa jam. Katanya sih cuma masalah latch on  (pelekatan) yang salah.


Pasti udah banyak yang bahas masalah ini. Jadi latch on yang benar adalah mulut bayi terbuka lebar, areola (lingkaran hitam yang mengelilingi puting) masuk dengan sempurna ke mulut bayi. Banyak ibu yang terluka salah satunya karena masalah latch on ini, sang bayi kesal karena asi yang keluar sedikit dan ibu pun menderita jika bayi menghisap hanya di puting saja. Karena katanya areola ini merangsang produksi asi.

Dan usahakan puting tidak terkena bedak ataupun sabun yang dapat membuat kering.

Jadiii... Saya mengakui sekarang kalau menyusui tidak semudah teori, tidak lebih mudah dari hamil ataupun melahirkan. Tapi bukan berarti ibu yang tidak bisa menyusui anaknya tidak mau usaha. Kalau ditanya ke setiap ibu saya yakin mereka memilih menyusui anaknya, minimal ASIX 6 bulan, karena menyusui memang butuh effort besar, tapi balasannya jauh lebih besar, coba bayangin kita menyusui sambil menatap matanya yang tanpa dosa, genggaman tangannya yang mungil, belum lagi jika sang bayi kenyang menyusui senyumnya menjadi senyum terindah seorang ibu. Hihihi.. Seandainya Allah tidak menjanjikan menyusui balasannya adalah surga pun, saya yakin semua ibu akan tetap memilih menyusui.


Sampai saat ini saya masih tetap menyusui, meskipun masih terus dibantu sufor. Pada dasarnya semua ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapiii kasih ibu tidak hanya sebatas asi.. Dulu pun saya berpendapat kalau menyusui itu bisa diusahakan, tapi sekarang saya bilang ASI itu anugrah. Beruntunglah yang tidak merasakan yang saya alami (dan ibu-ibu lain diluar sana).

Semoga artikel ini bisa membantu, dan bagi calon ibu, get prepared for breastfeeding!

Wednesday, May 21, 2014

Birth story: I'm a Mom!

"Ibu, terpaksa harus di induksi ya.."

Tepat seminggu yang lalu, 11 Maret 2014

Senin, 10 Maret 2014
Daerah sekitar miss V terasa di tusuk-tusuk, mungkin cuma efek hamil biasa.. Karena due date masih lama, terakhir kontrol, hari sabtu kemarin masih tanggal 8 Maret. Selama masuk ke bulan 8 keluhan memang banyak muncul, terlebih setiap hari kudu naik motor ke kantor dengan cobaan jalanan jaman sekarang itu yang menguji bangett.. Macet total - Hujan - Banjir. Yoo terhitung januari sampai maret ini cuaca setiap hari cuma ada itu itu aja.

Selasa, 11 Maret 2014

Pukul 02:30 dini hari
Tidur, tapi berasa pipis.. Aaaa udah ga bisa tahan pipis lagi sekarang..

05:30 am
Pembalut sudah dipasang dari malem, tapi semakin basah. Langsung buru2 ke kamar mandi, pipisnya keluar sendiriiiii....! Dan ga lama ada bercak darah. Inget kata dr. Novi, tanda tanda melahirkan itu kalo ada bercak darah. Terjadilah adegan sinetron suami istri:
Saya    : "Ayah, aku kayanya mau melahirkan deh"
Suami  : "Hah??" *langsung bangun, lari keluar kamar, panik ambil tas n langsung panggil taxi*

Sang istri masih di kamar, ganti baju, cuci muka, mandi dengan santai dan bilang, "Nanti aja sayang, kita sarapan dulu..."
Suami   : ................................

06:30
Berangkat kerumah sakit Bunda Aliyah setelah sms bu dokter, berangkatnya pake baju baru *ini PENTING, hahaha* sengaja beli buat lahiran. Ga ada paniknya hari ini.. Malah seneng, beberapa kali ambil video suasana jalanan, ga ngantooor n sebentar lagi ketemu baby. Hihihii...
Kenapa saya ga panik sama sekali? Mungkin ada hubungan juga sama beberapa minggu yang lalu, saya nonton video di utube Talkshow Gentle Birth (Part 1) - Dewi Lestari & Reza Gunawan ini, saya tonton semua.. mayan aga berkurang takutnya melahirkan, silahkan dibuka.. saya recommend banget buat ibu ibu yang takut melahirkan normal. Gini loh, sebenernya rasa takut pasti ada, tapi dalam kehamilan saya alhamdulillah banget ga ada penyulit yang mengharuskan Sectio, artinya saya harus bersyukur dikasi kemudahan n kesempatan sama Allah buat lahiran normal.

07:30 am
Dateng ke bagian pendaftaran, lagi lagi saya merasa ini adegan sinetron bgt, "Mba, aku mau melahirkan.. harus kemana ya?" Si mba nya bingung, "sc ya bu?" No no no no.. mungkin si mba bagian pendaftaran bingung, normal ga ada mules2nya..

08:30 am
Bu bidan dateng, "CTG dulu ya bu, lalu saya cek pembukaan.."
FYI, saya tetep panggil sus sama para bidan disana.. baru tau setelah pulang, ternyata semua isinya bidaaan bukan suster, hihihi.. Mulai lah tangan bidannya masuk, huahahaha jadi begini rasanya cek pembukaan :))
annoying abisss...
"Ibu sudah pembukaan 3, ketuban sudah merembes.. Dr Novi blg harus di induksi ya bu.."
Saya  : nurut aja... "induksi lebih sakit ya sus?" lagi2 ini hasil riset yang saya baca. *gayanyaa riset segala*
Bidan: "Sama aja ko bu"
Baiklah.. infus dipasang.

09:00 am
Mama dateng, panik.. nanyain kabar. Anaknya masih asik whatsapp n line.. kabar2in kantor n saudara.

09:40 am
Udah mulai lupa sama henpon, sakit mulai berasa.. tapi ko gini bgt sik, ga sesuai sama hasil browsing, katanya sakitnya bertahap, yang ini diliat jam langsung 2 menit sekali. Masya Allah, udah mulai nangis, suami udah mulai khawatir, sempet kepikiran mau SC aja, tapi ga dibolehin sama dr. Novi..
Bidan : "Udah pembukaan 5 bu.. sayang kalo SC, harus nunggu lagi.. sakitnya double nanti.. kita pindah ke ruang tindakan ya, ibunya mah hebat udah pembukaan segini ga teriak2 sama sekali" kata mbak bidan dengan logat sunda kental, langsung keinget keluarga cemara :))
Saya  : *diem aja.. si bu bidan ga tau, kalo ingus n air mata udah balapan, muka kusut, jilbab udah ga tau kemana.

11:15 am ( yang ini jamnya ngasal, haha)
dari ruang observasi ke ruang tindakan itu paling cm 5-7 meter. Di cek lagi udah pembukaan 8. Berasa kaya mau puuuupp dahsyaatt... Udah teriak sejadi-jadinya.. Salutnya sama para bidan disana, baik baik semua. Mereka bilang, ibu harus ikhlas, harus kuat, biar dedenya keluarnya lancar..
Proses lahiran ini yang maha dahsyaat.. Perasaan mules n ga nyaman udah jadi satu, antara sadar ga sadar. Beberapa kali kontraksi masih ga bs ngeden yang bener, sampe dr Novi blg, kalo ngedennya salah lagi aku udah ga mau bantuin. Tiba-tiba dari yang ga dengerin, cliiiinngg sadaaar. Okaaay dokter. Jadi tunggu kontraksi yang terhebat lalu tarik nafas panjang, dan buang 'ngeden' dibawah sampe abis nafas yang diambil, ga boleh huh hah huh hah kaya di tipi2. Jadiiik pesan moralnya, kalo mau lahiran jangan keseringan nonton sinetron! *jitak diri sendiri*

Saat para bidan bilang, disuruh baca alfatihah, saya baca dengan susah payah karena bareng sama nahan sakit. Tapi subhanallahh habis itu selang beberapa menit, bayi saya lahir. Meskipun beberapa kali sempet saya tarik waktu bayi mau keluar, bu dokter udah marah2 khawatir bayi saya nafasnya pun sudah melemah. Daaan setelah lahiir, bu dokter bilang, "Adiss, heboh kamu lahirannya udah kaya rocker, anak ganteng begini udah lahir mau ditarik masuk lagi. Bayi kamu gede kayanya dis." Hihihi maaf bu dokter.. Tapi niat mau IMD pun ga bisa.. lemes kaya abis marathon keliling jakarta, takut bayinya malah jatoh akhirnya saya bilang sama suster ga kuat pegangnya. hiks.. mAfter all, Legaaa.. maha dasyat nikmat Allah.

Btw, perjuangan belum berakhir ternyata sodara sodaraaa... yup, proses episiotomi! 2x suntikan bius ga terasa mempan, cenut cenuuut..

And here's my boy:


Alodiaz Raynan Reskallah
Berat : 3705 gr
Panjang lahir : 48 cm



ga terasaaa, kayanya baruuu banget foto ini waktu masih 7weeks ^_^


"sekarang aku udah 2 bulan lebiiih..."

Subhanallah.. menyenangkan punya baby, hihihihi 

btw, mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa di awal tulisan ini ditulis "tepat seminggu yang lalu" padahal baru aja di posting foto baby alo sudah 2 bulan. Hihihi.. Maafkan pemirsaah, saya nulis postingan ini dr H+7 sampai H+2bulan lewat 7 hari, apa daya setiap nulis sedikit sang baby oe oe sajaaaa...